Ikon pencarian Download.it
Advertisement

Peramban ringan dan aman untuk menjelajahi ekosistem Pi Network serta aplikasi terdesentralisasi

Peramban ringan dan aman untuk menjelajahi ekosistem Pi Network serta aplikasi terdesentralisasi

Peringkat (28 suara)

Lisensi program Gratis

Pengembang Pi Community Company

Versi 1.13.0

Bekerja berdasarkan Android

Peringkat

(28 suara)

Pengembang

Pi Community Company

Bekerja berdasarkan

Android

Lisensi program

Gratis

Versi

1.13.0

Pi Browser adalah aplikasi peramban untuk Android yang berfokus pada akses ke aplikasi terdesentralisasi berbasis blockchain, sekaligus tetap bisa digunakan untuk mengunjungi situs dan layanan Web2.0 seperti peramban biasa. Aplikasi ini ditujukan terutama bagi pengguna yang sudah mengenal ekosistem Pi dan tertarik pada konsep web terdesentralisasi, bukan untuk pengguna kasual yang hanya ingin berselancar internet secara umum.

Konsep utama: pintu masuk ke aplikasi terdesentralisasi

Gagasan di balik Pi Browser cukup jelas: menghadirkan pengalaman menjelajah web yang terhubung langsung dengan teknologi blockchain. Selain berfungsi sebagai peramban untuk situs dan layanan Web2.0 yang umum digunakan, aplikasi ini juga dirancang agar pengguna bisa:

- Menjelajahi aplikasi terdesentralisasi (dApp) yang terintegrasi dengan blockchain

- Berinteraksi di dalam dApp, misalnya melalui form atau antarmuka web

- Melakukan transaksi di lingkungan terdesentralisasi tersebut

Pendekatan ini menjadikan Pi Browser seperti sebuah peramban khusus untuk ekosistem blockchain Pi, dengan harapan pengguna tidak perlu berganti-ganti aplikasi saat berpindah dari situs biasa ke dApp yang terkait dengan Pi.

Bagi penggemar teknologi blockchain dan pendukung ekosistem Pi, konsep ini merupakan nilai jual utama, karena memberi satu titik akses ke dApp dan layanan yang berkaitan, tanpa harus meninggalkan konteks peramban.

Pengalaman awal penggunaan: potensi besar, eksekusi masih kasar

Di balik konsep yang menarik, pengalaman penggunaan awal Pi Browser terasa belum matang. Beberapa hal yang muncul saat mencoba memulai:

- Layar sambutan yang “buntu”

Pengguna bisa terhenti di layar sambutan tanpa kejelasan langkah berikutnya. Alih-alih mengantar masuk ke lingkungan browsing, aplikasi bisa terasa seperti berhenti di satu titik yang tidak memberikan umpan balik jelas.

- Alur masuk yang membingungkan

Terdapat tombol untuk masuk ke Pi Browser, namun alurnya tidak selalu membawa pengguna ke dalam aplikasi. Dalam beberapa kasus, tombol ini justru membuka halaman informasi aplikasi di peramban lain, bukan melanjutkan sesi di Pi Browser itu sendiri. Hasilnya, pengguna berputar di antara daftar langkah, tombol masuk, dan halaman informasi, tanpa benar-benar bisa mulai menggunakan browser.

- Kurva belajar yang curam untuk pengguna baru

Untuk seseorang yang belum familiar dengan alur Pi Network atau dApp, pola seperti ini terasa rumit. Pengguna harus mencoba-coba, memberi izin, dan kembali ke daftar langkah, tetapi tetap tidak masuk ke antarmuka browsing yang diharapkan. Bagi banyak orang, pengalaman awal semacam ini bisa langsung menurunkan minat untuk melanjutkan.

Dari sisi pengalaman, dapat dikatakan bahwa Pi Browser masih perlu perbaikan besar di alur onboarding dan konsistensi navigasi, agar sejalan dengan klaim sebagai pengalaman yang ramah pengguna.

Integrasi dengan Android dan ekosistem Pi

Sebagai peramban, Pi Browser idealnya menyatu dengan sistem Android dan aplikasi terkait di ekosistem Pi. Di area ini masih terlihat beberapa kelemahan:

- Tidak muncul sebagai opsi peramban bawaan

Aplikasi ini tidak tampil sebagai pilihan ketika pengguna ingin mengatur browser default di pengaturan Android. Konsekuensinya, Pi Browser terasa seperti alat tambahan, bukan peramban utama yang bisa menggantikan browser lain saat membuka tautan dari aplikasi berbeda.

- Dompet yang berdiri sendiri

Dompet di dalam Pi Browser tidak terhubung ke akun lain, sehingga fungsinya terasa terpisah. Untuk ekosistem kripto, pengguna umumnya menginginkan hubungan yang jelas antara dompet, identitas, dan aplikasi pendamping, sehingga pengelolaan aset terasa konsisten.

- Pengembang berbeda dengan aplikasi pendamping

Pi Browser tercatat memiliki penerbit aplikasi yang berbeda dari aplikasi pendamping Pi Network. Bagi sebagian orang, hal ini bisa menimbulkan tanda tanya mengenai konsistensi manajemen produk dan arah pengembangan jangka panjang, mengingat keduanya saling berkaitan di dalam ekosistem Pi.

Kombinasi dari poin di atas membuat integrasi Pi Browser dengan Android dan aplikasi Pi lain terasa belum padu. Aplikasi ini lebih mirip komponen terpisah, bukan bagian dari satu rangkaian yang dirancang secara menyeluruh.

Stabilitas, arah pengembangan, dan siapa yang cocok

Secara konsep, Pi Browser berusaha menghadirkan peramban yang siap untuk era web terdesentralisasi: mampu menangani situs biasa sekaligus dApp yang terhubung ke blockchain Pi, termasuk interaksi dan transaksi di dalamnya. Ini adalah visi yang menarik bagi:

- Pengguna yang sudah aktif di ekosistem Pi

- Peminat blockchain yang ingin mencoba dApp berbasis web

- Pengguna yang tidak keberatan dengan aplikasi yang masih berkembang dan rela menghadapi berbagai keterbatasan teknis

Namun untuk saat ini, banyak detail praktis yang mengurangi nilai guna sehari-hari: alur masuk yang membingungkan, integrasi yang lemah dengan pengaturan Android, dan pemisahan antara dompet, akun, serta aplikasi pendamping.

Pi Browser akan lebih mudah direkomendasikan jika:

- Alur mulai menggunakan aplikasi dipersingkat dan dibuat lebih jelas

- Masalah tombol masuk yang membawa keluar aplikasi diselesaikan

- Integrasi dengan ekosistem Pi dan pengaturan sistem Android diperbaiki

Sampai perbaikan-perbaikan ini terjadi, Pi Browser terasa lebih cocok untuk pengguna yang sudah sangat penasaran dengan ekosistem Pi dan siap menghadapi berbagai hambatan penggunaan, ketimbang untuk publik luas yang mengharapkan peramban praktis dan langsung pakai.

Kelebihan

  • Fokus pada akses ke aplikasi terdesentralisasi yang terintegrasi dengan teknologi blockchain.
  • Mendukung situs dan layanan Web2.0 sehingga tetap bisa berfungsi sebagai peramban umum.
  • Menyediakan satu lingkungan untuk menjelajah, berinteraksi, dan bertransaksi di ekosistem Pi.

Kelemahan

  • Proses awal penggunaan dan alur masuk membingungkan, dengan risiko pengguna terjebak di layar sambutan atau tombol masuk yang tidak membawa ke dalam aplikasi.
  • Tidak muncul sebagai opsi peramban bawaan di pengaturan Android, sehingga kurang menyatu dengan sistem.
  • Dompet di dalam aplikasi tidak terhubung dengan akun lain, membuat ekosistem terasa terpecah.
  • Penerbit aplikasi berbeda dengan aplikasi pendamping Pi Network, yang dapat menurunkan rasa konsistensi dalam pengelolaan produk.

Foto layar dari Pi Browser APK